Contact Person

Suranto,klaten,jawatengah indonesia

Hp : 085643834461

Penyakit kelinci dan cara penanggulangannya

PENYAKIT DAN CARA PENANGANAN YANG SERING TERJADI PADA KELINCI

Young Doe Syndrome
Musim ini adalah musim terbaik untuk kelinci melahirkan dan menyusui. Musim panas memang waktu terbaik untuk kelinci bereproduksi. Dan bicara mengenai reproduksi kelinci, ada 1 penyakit yang musti diwaspadai para pencinta kelinci. Nama penyakit ini adalah Young Doe Syndrome. Penyakit ini biasanya menyerang induk kelinci yang sedang menyusui pada kelahiran pertama dan kedua. Penyebab penyakit ini adalah kuman bernama Stapphylorus Aureus yang menyebabkan bengkaknya kelenjar susu. Kuman ini masuk melalui luka yang terletak pada puting susu.

Akibat kuman ini induk kelinci mengalami Mastitis, dengan ciri2 suhu badan induk menjadi panas dan nafsu makan jauh berkurang. Puting susu yang keras dan bengkak membuat induk kelinci tidak mau menyusui anak2nya. Penyebab lain penyakit ini bisa juga karena pakan yang diberikan terlalu banyak mengandung biji2an, sehingga induk kelinci mengalami Enteritis yang kemudian berkembang menjadi Mastitis.

Cara Penangannya :
* Induk segera diisolasi di kandang terpisah.
* Induk disuntik dengan Penicillin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong, atau Oxylin.
* Perbanyak pakan hijauan, kurangi konsentrat.
* Anak kelinci yang tidak disusui dapat diberikan Rabbit Milk, Susu Kambing Etawa, atau susu bayi umur 0 - 6 bulan.
* Kandang segera dibersihkan dan disemprot dengan disinfektan.

Pneumonia
Penyakit ini juga biasa dikenal dengan nama radang paru. Sesuai dengan namanya maka penyakit ini menyerang paru-paru kelinci. Penyebab penyakit ini adalah sejenis kuman yang bernama Pasteurella Multocida. Penyakit ini sangat susah untuk disembuhkan dan menjadi salah satu penyebab kematian kelinci, kecuali jika kelinci segera diobati saat gejala masih dalam tahap permulaan.

Penyebabnya :
Perubahan cuaca, kelinci terkena angin langsung, udara kandang yang lembab, dan pakan yang kurang bergizi.

Gejalanya :
Kelinci kurang nafsu makan, selalu merasa haus, napas sesak sehingga kelinci sering mengangkat kepala tinggi-tinggi, hidung keluar nanah, suhu badan dingin, mata dan telinga kelinci berwarna kebiru-biruan, kotorannya encer/mencret yang terkadang disertai nanah.

Pengobatannya :
Jika gejala awal sudah terlihat sebaiknya kelinci harus segera diobati. Caranya yaitu dengan menyuntikan Oxylin 0,1 - 0,2 ml/kg berat kelinci, Penicillin 10.000 unit/5 -6 kg berat kelinci, atau Sulfa Strong 0,5 - 5 ml/kg berat kelinci.

Scabies Atau Kudis
Penyakit ini lumayan sering menyerang kelinci, apalagi yang dipelihara di tanah atau kandang postal. Penyebab dari penyakit ini adalah kutu ( sarcoptes scabie ) yang masuk ke dalam kulit dengan cara merusak lapisan kulit bagian atas. Hal ini menyebabkan infeksi kulit dengan ciri2 yaitu kulit kelinci berwarna kemerah-merahan, bulu rontok, dan gatal-gatal yang sangat pada kelinci. Pertama-tama akan menyerang bagian kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, hingga akhirnya ke seluruh tubuh.

Pencegahannya adalah dengan rajin membersihkan kandang dan rutin menyemprot kandang menggunakan disinfektan ( Asuntal, Neguvan, dll ). Kandang yang pernah dihuni oleh kelinci yang terkena kudis harus dibersihkan dan disemprot dengan cermat, serta dibiarkan kosong kurang lebih selama 2 minggu.

Cara pengobatan kelinci yang terkena penyakit ini dapat dengan menyuntikan obat kutu diantara kulit dan daging ( ini apabila penyakitnya belum parah ). Obat buat injeksi ada banyak macam dan dapat dicari di toko pertanian. Apabila kudis yang dialami kelinci sudah agak parah maka sebaiknya lukanya segera dicuci dengan air hangat hingga bersih, dilap, setelah itu luka diolesi dengan obat kudis. Dapat diolesi dengan salep belerang atau bedak gatal untuk manusia yang dicampur minyak tanah terlebih dahulu. Lakukan pengobatan setiap 2 hari sekali.

Peringatan :

* Penyakit ini dapat menular ke manusia.
* Gunakan sarung tangan saat melakukan pengobatan.
* Cucilah tangan menggunakan sabun hingga bersih setelah melakukan pengobatan.


Bahaya Musim Hujan
Musim hujan datang lagi, musim yang ditakuti banyak peternak kelinci. Kenapa saya mengatakan ini? Karena di musim inilah biasanya banyak kelinci yang mati baik yang sudah besar khususnya bagi yang masih berumur 2 bulan kebawah. Penyebabnya banyak, namun kebanyakan disebabkan oleh kembung dan mencret. Hujan yang lebat dan angin yang kencang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kelinci. Secara umum penyakitnya disebut dengan Enteritis Kompleks. Gejala dari penyakit ini adalah kelinci terlihat malas, kalau berdiri selalu membungkuk, perut kembung, nafsu makan turun, mata terlihat sayu, kotorannya encer dan berbau tidak sedap serta lendir menggantung di dubur, dan sering kita lihat kelinci mengkerotkan giginya karena menahan sakit. Cara penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik yang dicampurkan di air minum atau makanannya, memperbanyak serat kasar, dan dapat pula ditambah dengan suntikan vitamin B12 atau Bkomplek ( 0,5ml/kg berat badan kelinci ). Namun ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu menjaga kebersihan kandang. Udara yang basah dan lembab akibat musim hujan adalah faktor yang mempercepat kuman2 utk berkembang biak. Jadi kandang yang selalu terjaga kebersihannya merupakan salah satu kunci agar kelinci anda terbebas dari segala penyakit akibat musim hujan ini

Comments :

1
agus martoyo said...
on 

untuk mata kelinci yang basah dan seperti terdapat kotoran,bagaimana pengobatannya??

Post a Comment